Rabu, 23 Maret 2016

Musim Hujan? Hindari Makanan ini!

Assalamualaikum Sahabat Nisrina
Musim Hujan? Hindari Makanan ini!

Musim Hujan? Hindari Makanan ini!


Saat musim hujan datang perubahan musim terjadi dan mengakibatkan banyapenyakit bermuculan, Belum lagi banjir yang diakibatkan oleh hujan yang selalu mengguyur. Jika kita tidak pandai pandai menjaga pola hidup sehat maka kita akan menjadi sasaran wabah penyakit. Pasti kita tidak mau hal tersebut terjadi apalgi banyak pekerjaan yang menunggu. Untuk itu kita juga harus menjaga asupan makanan yang akan kita konsumsi. Untuk lebih jelasnya simak ulasan tentang makanan yang jangan dikonsumsi saat musim hujan :
1.       Minuman Dingin. Minuman dingin atau es tidak mendatangkan penyakit, tapi virus akan mudah berkembang pada suhu dingin. Kita tidak tahu mungkin saja ada virus yang aktif dalam tubuh kita, hindari minum air dingin agar virus tidak berkembang, Dan minuman hangat akan lebih membuat anda nyaman saat musim dingin.
2.       Makanan Gorengan. Saat musim dingin biasanya rasa lapar sering melanda meskipun belum saatnya untuk makan, Alhasil kita menyimpan stok cemilan dan gorengan untuk menunda lapar. Namun jangan terlalu asik makan gorengan karena suhu dingin akan mempermudah dampak dari makan gorengan cepat mucul. Akibatnya gangguan pencernaan dan gangguan tenggorokanakan melanda.
3.       Makanan Berbumbu Tajam. Banyak sekali jajanan yang enak ditawarkan saat musim hujan dan tentunya memiliki bumbu yang tajam, Entah terlalu manis, pedas atau gurih. Hal ini memicu alergi ataupun radang pada tenggorokan. Lalu virus dengan mudah akan tumbuh dan berkembang dalam suhu dingin. 
Saat musim hujan sebaiknya jaga sistem imun dengan mengkonsumsi buah atau sayuran, bila perlu minum suplemen agar tidak mudah sakit.


Semoga bermanfaat,
Baca Artikel menarik lainnya di -> http://nisrina.co.id/blog/
Nisrina Peduli Wanita!

Tampil Fresh Saat Hujan

Assalamualaikum Sahabat Nisrina
Tampil Fresh Saat Hujan

Tampil Fresh Saat Hujan


Saat musim hujan akan membuat semangat beraktivitas semakin menurun. Cuaca yang seperti ini yang membuat pekerjaan terhambat. Membuat ingin tidur dan rebahan saja. Namun saat hujan tak jarang membuat kita malas menggunakan busana yang telah kita siapkan. Jangan malas begitu girls.. siapkan segala sesuatu untuk menyambut musim hujan dengan penampilan tetap keren meskipun saat hujan.
Berikut cara tampil fresh meskipun saat hujan.
1.       Bawalah Baju Ganti. Siapkan baju ganti untuk mengantisipasi saat hujan mengguyur. Bagi yang telah  bekerja siapkan baju ganti di kantor sebagai persiapan bila dalam perjalanan ke kantor atau meeting anda terkena guyuran hujan.
2.       Sediakan payung lipat cantik. Selain untuk melindungi dari  hujan payung juga dapat membuat kita semangat lhoo. Payung cantik juga akan menunjang penampilann anada.
3.       Penggemar Rok, pakai legging atau Celana. Bagi anda yang sehari hari menggunakan rok. Anda juga bisa gunakan legging atau celana panjang di dalamnya. Jadi Anda tetap dapat bergerak secara leluasa di daerah yang tergenang air.
4.       Gunakan alas kaki tahan air. Gunakan alas kaki tahan air seperti berbahan karet. Saat ini telah banyak produsen alas kaki karet untuk digunakan acara resmi. Bahan karet sangat mudah proses pembersihannya, pilihlah dengan model yang cantik.
5.       Beauty Kit Must Bring! Saat hari hujan maka jangan biarkan penampilan segarmu hilang, Bawalah beaty kit dengan make up yang sederhana agar dapat tampil fresh tiap saat.



Semoga bermanfaat,
Baca Artikel menarik lainnya di -> http://nisrina.co.id/blog/
Nisrina Peduli Wanita!

Manfaat Yang Di Peroleh saat Hujan

Assalamualaikum Sahabat Nisrina
Manfaat Yang Di Peroleh saat Hujan

Manfaat Hujan

Dalam agama Islam, hujan bukan hanya proses terjatuhnya rintik-rintik air dari langit. Hujan juga merupakan perantara Allah untuk menurunkan manfaat-manfaat dan karunia yang lain. Menurut para ulama, terdapat beberapa manfaat hujan antara lain
·         Hujan adalah rahmat Allah untuk semua makhluk-Nya Hal ini dapat kita baca dalam surat as Syuura ayat 28.
·         Hujan adalah rezeki bagi semua makhluk. Dengan hujan, segala kebutuhan makanan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan dapat tumbuh.
·         Hujan merupakan pertolongan untuk waliyullah.
·         Hujan dapat digunakan sebagai media berwudhu. Air hujan termasuk dalam kategori air yang dapat digunakan untuk bersuci atau wudhu.
·         Hujan adalah bukti kebesaran Allah. Melalui air hujan, tanah yang kering dapat subur kembali dan dapat ditumbuhi berbagai macam tanaman yang menjaga kelangsungan hidup makhluk-makhluk lain.
·         Hujan adalah adzab bagi para pelaku perbuatan maksiat. Pada masa Nabi Nuh AS, hujanlah yang menimbulkan banjir yang membinasakan kaum yang tidak mematuhi perkataan Nabi Nuh AS.


Semoga bermanfaat,
Baca Artikel menarik lainnya di -> http://nisrina.co.id/blog/
Nisrina Peduli Wanita!

Doa dan Hujan

Assalamualaikum Sahabat Nisrina
Doa dan Hujan 

 Hujan

Sebagai manusia anda pasti selalu dan selalu berdoa kepada Allah dan itu sudah menjadi hal yang fitrah dalam diri manusia, namun begitu Allah telah menggariskan waktu-waktu tertentu dimana do’a yang anda panjatkan dapat terkabul dengan mudah, berikut pembahasannya :
Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
“Carilah pengabulan doa pada saat bertemunya dua pasukan, pada saat iqamah shalat, dan saat turun hujan.” (HR. Al-Hakim)
Dalam Shahih al-Jami’ Al-Shaghir yang berstatus hasan, disebutkan redaksi yang lain, “Dua kondisi yang tidak akan ditolak doa; saat adzan dan dibawah guyuran hujan.”
Menurut al-Munawi, maksudnya adalah tidak ditolaknya doa di bawah guyuran hujan, atau jarang sekali ditolak. Karena saat itu adalah waktu turunnya rahmah. Wallahu a’lam.
Dari keterangan diatas dapat disimpulkan bahwa saat hujan adalah saat terbaik anda untuk menghaturkan do’a kepada Allah. Semoga anda semua selalu dalam linduganNya 


Semoga bermanfaat,
Baca Artikel menarik lainnya di -> http://nisrina.co.id/blog/
Nisrina Peduli Wanita!

Istighfar, Sebab Kemudahan Rezeki dan Turunnya Hujan

Assalamualaikum Sahabat Nisrina
Istighfar, Sebab Kemudahan Rezeki dan Turunnya Hujan

 Turunnya Hujan

Jangan dikira bahwa dengan ucapan yang sederhana saja, rezeki mudah datang dan hujan mudah Allah turunkan. Ucapan yang sederhana tersebut adalah ucapan istighfar. Dengan memohon ampun pada Allah dan tinggalkan maksiat, niscaya pintu rezeki akan terbuka dan hujan pun akan diturunkan dengan deras.

Ayat inilah yang bisa diambil pelajaran,

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا (10) يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا (11) وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا (12)

“Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS. Nuh: 10-12)

Syaikh As Sa’di rahimahullah mengatakan mengenai ayat di atas, “Tinggalkanlah dosa, beristighfarlah pada Allah atas dosa yang kalian perbuat. Sungguh Allah itu Maha Pengampun. Dosa yang begitu banyak akan dimaafkan oleh Allah. Maka hendaklah mereka segera memohon ampun pada Allah meraih pahala dan hilanglah musibah. Allah pun akan memberikan karunia yang disegerakan di dunia dengan istighfar tersebut yaitu akan diturunkan hujan dengan deras dari langit, juga akan dikarunia harta dan anak yang diharapkan. Begitu pula akan diberi karunia kebun dan sungai di antara kelezatan dunia.” (Taisir Al Karimir Rahman, hal. 889). Itulah faedah istighfar dan meninggalkan dosa atau maksiat.

Terdapat sebuah atsar dari Hasan Al Bashri rahimahullah yang menunjukkan bagaimana faedah istighfar yang luar biasa.

أَنَّ رَجُلًا شَكَى إِلَيْهِ الْجَدْب فَقَالَ اِسْتَغْفِرْ اللَّه ، وَشَكَى إِلَيْهِ آخَر الْفَقْر فَقَالَ اِسْتَغْفِرْ اللَّه ، وَشَكَى إِلَيْهِ آخَر جَفَاف بُسْتَانه فَقَالَ اِسْتَغْفِرْ اللَّه ، وَشَكَى إِلَيْهِ آخَر عَدَم الْوَلَد فَقَالَ اِسْتَغْفِرْ اللَّه ، ثُمَّ تَلَا عَلَيْهِمْ هَذِهِ الْآيَة

“Sesungguhnya seseorang pernah mengadukan kepada Al Hasan tentang musim paceklik yang terjadi. Lalu Al Hasan menasehatkan, “Beristigfarlah (mohon ampunlah) kepada Allah”.

Kemudian orang lain mengadu lagi kepada beliau tentang kemiskinannya. Lalu Al Hasan menasehatkan, “Beristigfarlah (mohon ampunlah) kepada Allah”.

Kemudian orang lain mengadu lagi kepada beliau tentang kekeringan pada lahan (kebunnya). Lalu Al Hasan menasehatkan, “Beristigfarlah (mohon ampunlah) kepada Allah”.

Kemudian orang lain mengadu lagi kepada beliau karena sampai waktu itu belum memiliki anak. Lalu Al Hasan menasehatkan, “Beristigfarlah (mohon ampunlah) kepada Allah”.

Kemudian setelah itu Al Hasan Al Bashri membacakan surat Nuh di atas. (Riwayat ini disebutkan oleh Al Hafidz Ibnu Hajar di Fathul Bari, 11: 98)

Juga dapat kita lihat dari perkataan sahabat mulia Umar bin Al Khottob berikut.

Dari Asy Sya’bi, ia berkata, “’Umar bin Al Khottob radhiyallahu ‘anhu suatu saat meminta diturunkannya hujan, namun beliau tidak menambah istighfar hingga beliau kembali, lalu ada yang mengatakan padanya, ”Kami tidak melihatmu meminta hujan.” ‘Umar pun mengatakan, “Aku sebenarnya sudah meminta diturunkannya hujan dari langit”. Kemudian ‘Umar membaca ayat,

اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا, يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا

“Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat”

Umar pun lantas mengatakan,

وَيَا قَوْمِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا

“Wahai kaumku, mintalah ampun kepada Rabb kalian. Kemudian bertaubatlah kepada-Nya, niscaya Dia akan menurunkan pada kalian hujan lebat dari langit.” (HR. Al Baihaqi 3: 352)

Ketika menjelaskan surat Nuh di atas, Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan, “Jika kalian meminta ampun (beristigfar) kepada Allah dan mentaati-Nya, niscaya kalian akan mendapatkan banyak rizki, akan diberi keberkahan hujan dari langit, juga kalian akan diberi keberkahan dari tanah dengan ditumbuhkannya berbagai tanaman, dilimpahkannya air susu, dilapangkannyaharta, serta dikaruniakan anak dan keturunan. Di samping itu, Allah juga akan memberikan pada kalian kebun-kebun dengan berbagai buah yang di tengah-tengahnya akan dialirkan sungai-sungai.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 7: 388)

Mengenai ayat di atas, Ibnu Katsir juga mengatakan, “Maksud ayat niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, yaitu Allah akan menurunkan hujan dengan ucapan istighfar tersebut. Oleh karenanya, dianjurkan ketika shalat istisqa’ (shalat minta hujan) untuk membaca surat Nuh ini.” (Idem, 7: 387)

Jadi, dengan istighfar dan meninggalkan dosa, musibah akan terangkat, datang kemudahan rezeki, dan mudah hujan untuk turun.


Semoga bermanfaat,
Baca Artikel menarik lainnya di -> http://nisrina.co.id/blog/
Nisrina Peduli Wanita!